[RESENSI BUKU] Haemin Sunim : The Things You Can Only See Only When You Slow Down
Art & Culture,  Books

[RESENSI BUKU] Haemin Sunim: The Things You Can Only See Only When You Slow Down

Hits: 409

[RESENSI BUKU] Haemin Sunim : The Things You Can Only See Only When You Slow Down. Di sela kesibukan, saya selalu menyempatkan diri untuk membaca buku. Menurut saya, buku adalah teman atau pelarian terbaik untuk melepaskan pikiran dan membebaskan imajinasi saya. Untuk jenis buku non-fiksi yang saya sukai adalah buku-buku yang bisa membuat saya merefleksikan diri, yaitu buku self-improvement. Seperti buku yang satu ini. Buku yang akan saya ulas kali pertama ini adalah:

Judul : The Things You Can Only See When You Slow Down - How to be Calm in a Busy World
Penulis : Haemin Sunim
Artwork : Youngcheol Lee
Penerbit : Penguin Books Ltd
Tahun Terbit : 2018
ISBN:-13 : 9780241340660
Bahasa : Bahasa Inggris
Sampul : Paperback
Jumlah Halaman : 288
Harga : Rp185.000

Buku ini memiliki dua versi sampul yang berbeda, yaitu warna hijau dan biru. Sampul yang berwarna hijau itu memiliki sampul hardcover, sedangkan sampul berwarna biru adalah paperbackBuku karya Haemin Sunim ini saya beli online di Periplus. Pas beli kebetulan banget lagi ada diskon. Dari harga Rp185.000 menjadi Rp135.000, alias diskon Rp50.000. Lumayan banget kan diskonnya untuk seorang book hoarder seperti saya! 😁  

Buku yang saya miliki adalah yang bersampul biru dengan gambar bulan dan pohon sakura. Menurut saya, sampulnya cantik dan menenangkan. Di dalam bukunya , kumpulan tulisan yang ada disertai beberapa ilustrasi yang lucu dan menginspirasi.

 

Sekilas Tentang Haemin Sunim

[RESENSI BUKU] The Things You Can Only See Only When You Slow Down – Haemin Sunim
Haemin Sunim. Image by IMCW.ORG

 

Haemin Sunim adalah seorang guru biksu Buddhisme Zen yang juga seorang penulis asal dari Korea Selatan. Ia pernah mengenyam pendidikan di Universitas Barkeley, Harvard dan Princeton. Ia aktif memberikan nasihat-nasihat bijak tentang hidup dan ajaran-ajaran meditasi di media sosial. Saking aktifnya, ia pun diberi julukan The Healing Mentor dan Twitter Monk.

Ia telah melahirkan dua buku international bestseller yaitu; The Things You Can Only See When You Slow Down dan Love for Imperfect Things. Di tahun 2015, ia mendirikan organisasi nirlaba yaitu School of Broken Hearts. Organisasi ini memiliki kelas konseling dan meditasi untuk membantu orang-orang yang memiliki tantangan atau masalah hidup .

 

The Things You Can Only See Only When You Slow Down

Buku Haemin Sumin ini sangat relevan dengan dunia yang semakin kompleks ini. Perkembangan yang semakin pesat di berbagai bidang membuat banyak orang semakin ikut bergerak dengan cepat. Bukan saja fisik yang terus bergerak dengan cepat, tapi juga otak dituntut terus bekerja tanpa kenal waktu.

Tanpa kita sadari kita menjejali pikiran kita dengan banyak hal. Hal itulah yang membuat kita tertekan dan enggak bisa berpikir secara jernih. Kata yang tepat untuk menggambarkan dunia dan apa yang ada di pikiran kita adalah Restless. Enggak ada istirahatnya. Karena terlalu sibuk, kita jadi lupa menikmati hidup ini.

Di buku pertama Haemin Sunim ini ada delapan bab yang membahas tentang hal-hal yang sangat erat dengan kehidupan kita sehari-hari, yaitu:

Chapter 1: Rest
Chapter 2: Mindfulness
Chapter 3: Passion
Chapter 4: Relationships
Chapter 5: Love
Chapter 6: Life
Chapter 7: The Future
Chapter 8: Spirituality

Setiap bab diawali dengan prolog yang ditulis berdasarkan pengalaman pribadi maupun pemikiran sang penulis yang sangat menarik. Kemudian diikuti dengan nasihat-nasihat bijak dan tips yang sama sekali enggak menggurui. Nasihat-nasihat yang diberikan justru cenderung mengingatkan. Kata-katanya juga sederhana, to the point, mudah dimengerti, dan sangat mengena. Selain dari sang penulis, ada juga beberapa kutipan bijak dari beberapa tokoh dunia dan kitab suci.

Baca juga: 5 Cara Kreatif Melatih Kesabaran

Kutipan Inspiratif Haemin Sunim

Saya membaca buku ini secara perlahan dan meresapinya sambil introspeksi diri. Seringkali saya menggangguk setuju apa yang disampaikan oleh sang penulis. Di bawah ini adalah beberapa kutipan yang saya suka dari buku ini adalah:

  • Jangan lupa mencintai diri sendiri

Love yourself despite your imperfections. Do you not feel compassion for yourself as you struggle through life? You are so eager to help your friends, but you treat yourself so poorly. Stroke your heart once in a while and tell yourself, “I love you.”

  • Jangan membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain.

“If you envy someone’s life, remember the pizza in the ad. It always looks better than it is.”

  • Selalu mencari pelajaran dibalik sebuah peristiwa atau kondisi.

“Has something disappointed you? has something made you sad? It’s the school of life trying to teach you an important lesson. When you feel ready, take the time to understand the lesson.”

  • Fokus pada masa sekarang karena memori (masa lampau) hanyalah beban pikiran.

“Do memories cause you pain? Practice in the present moment. Turn your attention to the here and now. Notice that your thoughts quiet subside when you focus on the present. As your thoughts quiet, so, too, the memories. Because memories are, in essence, thoughts.”

  • Dengan cinta kita bisa menikmati hidup.

“Without love, our lives would pass us by in the blink of an eye. Love has the power to stop the world for a moment.”

  • Seperti peribahasa “anjing menggonggong, kafilah berlalu”. Fokus pada impianmu, itulah yang terpenting.

“Do not let people’s opinions of you determine who you are. Instead of worrying about others think, devote yourself to your dreams.” 

  • Hidup bukan berlomba dengan orang lain, melainkan berlomba dengan diri sendiri. Jadi fokus dengan melakukan yang terbaik untuk diri sendiri.

“My dear young friend, please don’t feel discouraged just because you are slightly behind. Life isn’t a hundred-meter race against your friends, but a lifelong marathon against yourself. Rather than focusing on getting ahead of your friends, first try to discover your unique color.” 

  • Selalu berdoa.

” If you do not know how to solve a problem in your life, give prayer a try. As you bring your attention inward and sincerely seek an answer, something sacred within you unlocks the door of inner wisdom.”

Pesan Bijak dari Haemin Sunim

“The world moves fast, but that doesn’t mean we have to”. Itu adalah kunci dari buku yang dituliskan oleh Haemin Sunim ini. Ketika kita melambat, dunia pun turut melambat. Di saat kita melambat itulah kita bisa tenang dan melihat hal-hal sederhana yang enggak dapat kita lihat saat kita sibuk. Ketika kita tenang, cara pandang kita juga akan berubah dalam menyikapi persoalan-persoalan yang sedang kita hadapi. Dengan begitu kita bisa menikmati hidup kita dan berbahagia.

Buku ini bukan hanya buku self-improvement, tapi juga petunjuk hidup tentang pentingnya kesadaran penuh (mindfulness) akan hal-hal sederhana yang bisa membuat kita bahagia. Pastinya, buku ini bisa dibaca lagi dan lagi dikemudian hari sebagai pengingat kalau kita harus menikmati hidup.

Buku yang ditulis oleh Haemin Sunim ini bisa dibaca baik remaja maupun dewasa. Jika kamu ingin mencari ketenangan batin dengan membaca buku yang menginspirasi sekaligus kontemplatif, saya sangat merekomendasikan buku ini.

Saking suka sama tulisan Haemin Sunim, saya juga sudah memiliki bukunya yang kedua yaitu Love for Imperfect Things. Pastinya akan saya tulis ulasan mengenai buku tersebut setelah saya selesai membacanya. 😉 Apakah kamu sudah membaca salah satu buku karya Haemin Sunim? Apa pendapatmu?

Baca juga : Why is Listening Important?


 

Enjoy this blog? Please follow *^_^*
error
What’s your Reaction?
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error

Enjoy this blog? Please follow *^_^*

error: Content is protected !!